Selasa, 13 November 2012

UGENSI PKN


Pancasila Itu Katanya !

Apa benar pancasila itu dasar Negara kita……!

 



Pancasila adalah Ideologi Dasar dari suatu bangsa besar yang menamakan diri mereka Bangsa Indonesia, Pancasila juga adalah katanya Gambaran dan Cerminan Masyarakatnya, atau Pegangan Hidup masyarakatnya, itu katanya.
Mengapa itu hanya KATANYA ??
1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di hadapan sidang BPUPKI dan mencetuskan isi rumusan dasar negara yang ia akui sebagai intisari dari gambaran kehidupan bangsa Indonesia, ia menamakan dasar tersebut sebagai Pancasila, yang berarti berisi 5 (Lima) sila yang akan menjadi Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjadi dasar dari segala dasar hukum yang ada di negeri kaya raya ini.
Pancasila sesungguhnya sangat tepat menjadi pegangan hidup seluruh rakyat Indonesia yang sangat majemuk dari berbagai segi dan sudut pandang ini, Pancasila sebagai penengah ataupun titik temu dari berbagai perbedaan yang unik yang ada di Indonesia, oleh karena itu Pancasila sangat tepat dan mampu bertahan sebagai Dasar Ideologi Bangsa Indonesia. Pancasila tetap kokoh walaupun berulang-ulang kali mendapat ancaman dari berbagai pihak yang berkepentingan yang ingin menggantikannya. Sebagai Contoh,  adanya peristiwa DI/TII, Kahar Muzakar, pemberontakan PKI dan berbagai pemberontokan lainnya yang akan mengganti Ideologi Bangsa ini menjadi Ideologi lain, baik itu Ideologi Agama maupun Ideologi Sosialis, Liberalis dan Komunis. Semuanya Gagal, Pancasila tetap Kokoh, dan tetap dipertahankan sebagai pegangan Bangsa ini, karena sifat dari Pancasila yang sebagai penengah tersebut di atas. Bahkan Indonesia menjadi negara pertama dan menjadi  negara satu-satunya yang pernah menyatakan diri keluar dari UN atau PBB, karena mempertahankan Ideologi bangsa tersebut.
Nah bagaimana praktek menegakkan dasar dari segala dasar konstitusi tersebut di jaman sekarang ?
Pancasilaisme sudah semakin pudar, dan semakin jarang yang menganutnya, semua peraturan, undang-undang dibuat seolah-olah untuk memuluskan kepentingan segelintir, tau golongan tertentu, dan bahkan tidak berdasarkan Pancasila yang seharusnya menjadi dasar dari segala dasar konstitusi yang ada. KeTuhanan yang Maha Esa semakin rusak dengan seiring semakin bobroknya moral anak bangsa, buka semata-mata karena pengaruh dari luar, bukan karena Lady Gaga, tetapi justru karena merosotnya kecintaan anak bangsanya akan budaya bangsa yang katanya adalah budaya Timur, yang penuh kesopanan dan menjunjung tinggi akhlak mulia, Kemanusiaan yang kian terkikis, Persatuan Indonesia yang semakin retak seiring semakin nyatanya tindakan intoleransi di dalam masyarakat, bahkan diskriminasi yang menyangkut hal rasial acap kali terjadi di bumi nusantara ini,Wakil rakyat yang tidak lagi mewakili suara rakyatnya, permusyawaratan yang sudah diganti dengan cara voting, keadilan sosial jarang terjadi, hukum lebih mencekik ke golongan bawah. Ksemuanya itu sudah menjauh dari sikap yang didasarkan pada Pancasila sebagai dasar berpikir orang Indonesia.
Jadi Pancasila sebagai Gambaran dan Cerminan Masyarakatnya, atau Pegangan Hidup masyarakatnya.  itu tinggal katanya.
               
                     Tapi mengapa sekarang banayak warga masyarakat Indonesia yang sekarang lupa sama dasar panacasila  padahal dasar pancasila itu merupakan kunci suatu keberhilan Negara Indonesia.
Maka dari itu kita sebagai pelajar kita harus mentaati dan menjalankan dasar-dasar Negara indoneia yaitu pancasila.





                                                                                                                        

Senin, 05 November 2012

Hakekat pendidikan


Artikel Hakekat Pendidikan Islam
Pendidikan Islam pada hakekatnya merupakan aktivitas pendidikan yang dilakukan untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam juga dipahami sebagai sistem pendidikan yang dikembangkan dari dan disemangati atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Subtansi dari pendidikan Islam adalah nilai-nilai Islam, yakni bagaimana nilai-nilai Islam menjadi dasar sistem dan aktivitas pendidikan dan pada saat yang bersamaan nilai-nilai itu terejawantahkan dalam keseluruhan aktivitas pendidikan itu.

Islam sebagai pandangan hidup yang mendasarkan nilai-nilai ilahiyah baik yang termuat dalam al-Qur’an maupun Sunnah Rasul, diyakini memiliki kebenaran mutlak yang bersifat transenden, universal dan eternal (abadi). Dari sekian banyak nilai yang terkandung dalam sumber ajaran Islam ini, nilai yang fundamental adalah nilai tauhid. Ismail Raji al-Rafuqi, menformulasikan bahwa kerangka Islam berarti memuat teori-teori, metode, prinsip dan tujuan tunduk pada esensi Islam yaitu Tauhid. Dengan demikian pendidikan Islam dalam bentuk sistem dan aktivitas penyelenggarannya harus mengacu pada nilai fundamental tersebut.
Nilai-nilai tersebut memberikan arah dan tujuan dalam proses pendidikan dan memberikan motivasi dalam aktivitas pendidikan. konsepsi tujuan pendidikan yang mendasarkan pada nilai Tauhid menurut an-Nahlawi disebut ”ahdafur Rabbani”, yakni tujuan yang bersifat ketuhanan yang seharunya menjadi dasar dalam kerangka berfikir, bertindak dan pandangan hidup dalam sistem dan aktivitas pendidikan.

Menurut Omar Muhammad Attoumy Asy Syaebani, tujuan pendidikan harus memenuhi syarat: (a) sifat yang bercorak ahlak dan agama, (b) menyeluruh, mencakup segala aspek pribadi pelajar dan aspek perkembangan dalam masyarakat, (c) sifat keseimbangan, (d) sifat realistik dan dapat dilaksanakan.

Sejalan dengan syarat tujuan pendidikan di atas, al-Abrasyi menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurnah dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik dengan lisan atau tulisan.
Makna dan tujuan pendidikan menurut Musthafa al-Maraghy terkandung dalam istilah al-tarbiyah, yang meliputi tarbiyat khalqiyat, yaitu penciptaan, pembinaan dan pengembangan jasmani peserta didik agar dapat dijadikan sarana bagi pengembangan jiwanya, tarbiyat diniyat tahzibiyat, yaitu pembinaan jiwa manusia dan kesempurnaannya melalui petunjuk wahyu ilahi. Dengan demikian pendidikan yang terkandung dalam al-tarbiyah mencakup berbagai kebutuhan manusia, baik kebutuhan dunia akherat, serta kebutuhan terhadap kelestarian diri sendiri, sesamanya, alam lingkungan dan relasinya dengan Tuhan.

empat tahun yang akan datang


Empat tahun yang  akan datang  merupakan masa yang bahagia
Tahun ini adalah tahun yang merupaka sebuah ujian bagi saya,pada saat saya selesai sekolah MA saya kulia diIAIN tidak kuduga. pada saat saya dikampus IAIN sunan ampel saya  bertemu dengan seseorang yang sangat ku idam-idamkan akhirnya seseorang tersebut ada juga disamping saya.kemudia itu saya ngobrol sama dia dan saya Tanyain dia.ternyata dia juga sekulah di IAIN akhirya saya  merasa senag hati.kemudian kutanya lagi sama anaknya. ternyata anaknya juga jurusannya sama dengan saya.dan dia juga dulunya waktu MA anaknya satu sekolahan sama saya.ternyata anaknya baik,lucu,tapi menjengkelkan.tidak lama kemudian saya punya tugas tapi saya tidak bisa akhirnya saya minta tolong sama anaknya,Alhamdulillah anaknya mau menolong saya juga,selesai mengerjaka tugas saya ditanaya sama ankanya.apakah kamu punya pacar,kemudian saya jawab tidak,kemudian anaknya Tanya lagi kenapa kok tidak pacaran,saya jawab saya tidak pacaran dulu karena saya ingin belajar yang tekun,rajin dan akhirnya cita-cita saya tercapai dan saya juga  ingin membahagiakan orang tua saya .selesai itu saya mencari pasangan yang bisa mendampingi saya dan bisa mendidik saya didalam rumah tanggah.dan saya berharap didalam berumah tanggah sya menjadi rumah tanggah yang sakinah.tapi menurut orang tua saya kalau mencari suami,carilah suami paling tidak ,punya suami yang mengerti tentang agama islam,dan bisa membahagiakan orang tuanya dan istrinya.
Tapi semuanya itu kurasakan ketika saya selesai kulia,jadi pada saat saya masih kulia saya tidak ingin berpacaran dulu karena saya kuwatir kalau saya berpacaran,pelajaran saya  terganggu,maka dari itu saya ingin serius dengan sekolah saya demi tercapai masa depan saya yang ceria.
Saya mulai sekarang berdoa kepada sang  maha kuasa dan berusaha sekuat tenanga, mudah-mudahan saya bisa melakukan semuanya itu  karena saya merasa puya tanggung jawab yang aka dinanti-nanti oleh masyarakat dan keluarga termasuk orang tua saya.