Empat tahun yang akan datang merupakan masa yang bahagia
Tahun ini adalah tahun yang merupaka sebuah ujian bagi
saya,pada saat saya selesai sekolah MA saya kulia diIAIN tidak kuduga. pada
saat saya dikampus IAIN sunan ampel saya
bertemu dengan seseorang yang sangat ku idam-idamkan akhirnya seseorang
tersebut ada juga disamping saya.kemudia itu saya ngobrol sama dia dan saya
Tanyain dia.ternyata dia juga sekulah di IAIN akhirya saya merasa senag hati.kemudian kutanya lagi sama
anaknya. ternyata anaknya juga jurusannya sama dengan saya.dan dia juga dulunya
waktu MA anaknya satu sekolahan sama saya.ternyata anaknya baik,lucu,tapi
menjengkelkan.tidak lama kemudian saya punya tugas tapi saya tidak bisa
akhirnya saya minta tolong sama anaknya,Alhamdulillah anaknya mau menolong saya
juga,selesai mengerjaka tugas saya ditanaya sama ankanya.apakah kamu punya
pacar,kemudian saya jawab tidak,kemudian anaknya Tanya lagi kenapa kok tidak
pacaran,saya jawab saya tidak pacaran dulu karena saya ingin belajar yang
tekun,rajin dan akhirnya cita-cita saya tercapai dan saya juga ingin membahagiakan orang tua saya .selesai
itu saya mencari pasangan yang bisa mendampingi saya dan bisa mendidik saya
didalam rumah tanggah.dan saya berharap didalam berumah tanggah sya menjadi rumah
tanggah yang sakinah.tapi menurut orang tua saya kalau mencari suami,carilah
suami paling tidak ,punya suami yang mengerti tentang agama islam,dan bisa
membahagiakan orang tuanya dan istrinya.
Tapi semuanya itu kurasakan ketika saya selesai kulia,jadi pada
saat saya masih kulia saya tidak ingin berpacaran dulu karena saya kuwatir
kalau saya berpacaran,pelajaran saya
terganggu,maka dari itu saya ingin serius dengan sekolah saya demi
tercapai masa depan saya yang ceria.
Saya mulai sekarang berdoa kepada sang maha kuasa dan berusaha sekuat tenanga,
mudah-mudahan saya bisa melakukan semuanya itu
karena saya merasa puya tanggung jawab yang aka dinanti-nanti oleh
masyarakat dan keluarga termasuk orang tua saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar