Kamis, 27 Desember 2012

MENGKRITISI PENDIDIKAN


Mengkritisi pendididkan

Di era globalisasi ini dan dengan berkembangnya IPTEK maka semakin maju pula tehnologi begitu juga dengan pendidikan. Dengan berkembangnya pendidikan itu pemerintah mewajibka sekolah 9 tahun. Dan gosip-gosipnya akan dimajukan lagi menjadi 12 tahun.
Untuk apa dan bagaimana cara menempuh pendidikan selama  itu???
 Pemerintah sekarang sedang baik  hati kawan,.. he,,,
meskipun kalian merasa tidak mampu ekonomi atau apapun. Ayo merasakan nikmatnya pendidikan. Dengan pendidikan yang disediakan insya allah sangat lah manfaat kalo kamu mau mengambil manfaatnya. Dengan diadakannya wajib belajar 9  dan katanya lagi karang mau 12 tahun. Katanya sekarang memberi bantuan dana bos buwat siswa-siswa mulai dari SD, SMP,maupun SMA.
Namun dengan adanya bantuan atau dana bos itu banyak siswa-siswi atau guru yang tidak menggunakannya dengan baik. Malah banyak  siswa sekarang yang malas untuk belajar. Tak tau apa maksud mereka. Mungkin Alasan mereka yang kurang minat belajar mungkin dikarenakan :
-kurang menariknya cara belajar yang mereka harus hadapi setiap hari di sekolah
-belum menyadari pentingnya belajar untuk masa depan mereka, sehingga mereka kurang termotivasi untuk berlomba-lomba mencapai prestasi.
Tetapi mengapa sekarang pemerintah mau mengahapus tes tulis SNMPTN padahal para pelajar yang ingin bersaing di perguruan tinggijuga banyak kebanyakan dari merekamengharapkan ujian tulis. Padahal ujian tulis itu juga sangat penting dan mempengaruhi pada pembelajaran mererka sehinggamererka belajar mata pelajaran atau pelajaran ayang akan di ikuti tes pada waktu itu. Jika tes tulis dihapus kasihan para mereka yang ingin melanjutkan ke universitas yang mereka harapkan ataupun mereka cita-citakan yang menjadi pengantar kesuksesan mereka.

Kesimpulannya:
-          Banyak bantuan bos yang disia-siakan siswa-siswi sekarang ini
-          Kurang minat belajar
-          Ketidak adilan pemerintah dalam mengatasi masuknya perguruan tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar